Tunggu apa Lagi Buruan Cepat

Bisnis Online

Lencana Facebook

Game Online Libertyreserve

HeadTail

Head and Tail WIN

Data ini merupakan data real yang muncul di HeadTail

Tgl Ganjil

Tgl Genap

WIN BET

No

Win

No.

Win

Percent (%)

WIN

51 Tail 56 Tail

90

Tail
31 Tail 15 Head

10

Min BET
29 Tail 14 Tail

90

Tail
45 Head 15 Head

90

Head
45 Head 46 Head

90

Head
53 Tail 42 Head

10

Min BET
39 Tail 55 Tail

90

Tail
50 Head 27 Head

90

Head
55 Tail 57 Head

10

Min BET
01 Tail 58 Head

10

Min BET
29 Tail 57 Head

10

Min BET
10 Tail 04 Tail

90

Tail
22 Tail 30 Head

10

Min BET
45 Head 55 Tail

10

Min BET
40 Tail 21 Head

10

Min BET
45 Head 36 Head

90

Head
46 Head 54 Head

90

Head
17 Tail 38 Head

10

Min BET
02 Head 29 Tail

10

Min BET
48 Tail 24 Head

10

Min BET
32 Head 59 Tail

10

Min BET
23 Tail 01 Tail

90

Tail
22 Tail 27 Head

10

Min BET
36 Head 31 Tail

10

Min BET
24 Head 11 Head

90

Head
36 Head 07 Tail

10

Min BET
59 Tail 59 Tail

100

Tail
26 Tail 57 Head

10

Min BET
11 Tail 03 Head

10

Min BET
19 Head 27 Head

90

Head
23 Tail 57 Head

10

Min BET
59 Tail 00 Head

10

Min BET
14 Tail 34 Head

10

Min BET
03 Tail 30 Head

10

Min BET
56 Tail 25 Tail

90

Tail
40 Tail 48 Tail

90

Tail
16 Tail 42 Head

10

Min BET
48 Tail 52 Tail

90

Tail
24 Head 34 Head

90

Head
33 Tail 57 Head

10

Min BET
21 Head 4 Tail

10

Min BET
16 Tail 49 Tail

90

Tail
18 Head 13 Tail

10

Min BET
07 Tail 02 Head

10

Min BET
22 Tail 58 Head

10

Min BET
43 Tail 13 Tail

10

Tail
09 Head 34 Head

90

Head
01 Tail 48 Tail

90

Tail
01 Tail 22 Tail

90

Tail
46 Head 03 Tail

10

Min BET
02 Head 23 Tail

10

Min BET
25 Tail 38 Head

10

Min BET
10 Tail 56 Tail

90

Tail
42 Head 29 Tail

10

Min BET
06 Head 00 Head

90

Head
36 Head 51 Tail

10

Min BET
08 Tail 18 Head

10

Min BET

Win

Tail

Win

Head

Spl 35 x Spl 31 x
JLH 51,20% Jlh 48,80%
Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada tanggal ganjil maka peluang yang paling besar muncul Tail dan pada tanggal genap peluang muncul Head sangat besar, Cara memainkan game ini tidak perlu mendaftar karena game ini jika anda BET dengan benar langsung akan membayar ke Liberty Reserve anda. Cara Memainkan :
  • Anda harus perhatikan di HISTORY nya apa tanggal ganjil atau genap
  • Buka 2 buah lembar dimana yang satu untuk melihat HISTORI dan yang kedua untuk BET
  • Misalkan hari ini adalah tanggal ganjil, HISTORY BET muncul angka 51 maka kemungkinan Muncul berikutnya Tail (record pertama yang direkom oleh Paul Rodrigo dan tidak ada hubungan dengan moneyvestasi)
  • Jika hari ini tanggal ganjil, namun kedua data menampilkan data yang sama, maka pilih data yang berlawanan tanggal.
  • Jangan lupa Refresh halaman HISTORY untuk melihat data UPDATE agar prediksinya tepat
  • Dosa dari permainan ini tanggung sendiri
  • Record tersebut telah dihitung dengan rumus Randomly Agregat selama 7 bulan dengan tingkat keakuratan 95%
  • Moneyvestasi tidak bertanggungjawab terhadap WIN atau LOSE yang anda derita dalam game ini, karena Iklan ini dibayar oleh mereka $1300
  • Jangan BET kalau gak sanggup tahan RESIKO (DISCLAMER)
  • Iklan ini dipasang oleh PAUL RODRIGO asal Mexico

MY Slide

Minggu, 08 Juni 2008

RELEVANSI KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM ERA OTONOMI

Abstract
The objective of the research is to find the financial performance difference before and after Regional Autonomy era. The indicator used to measure the regional financial performance is financial performance index. This index has three variables, those are growth of own revenue (PAD), share of PAD and the Elasticity of growth of own revenue (PAD) to growth of economics. The samples used in this research are regions and towns in Java and Bali. The result shows that in overall the financial performance index during Regional Autonomy is positively difference than before. The main factors that caused the difference are the Elasticity of growth of own revenue (PAD) to growth of economics. The research also finds that the economic growth have strong influnce to the financial performance

Keyword: Regional Autonomy, Financial Performance, share of regional own revenue and growth of regional own revenue, growth of economics

ACCRUALISATION OF INDONESIAN PUBLIC SECTOR ACCOUNTING: AN ANALYSIS OF RETHORIC-REALITY GAP

Abstract
The purpose of this study is to investigate current developments and potential implementation problems of the adoption of Government Accounting Standards (Standar Akuntansi Pemerintahan 2005), an accrual based system that has been promulgated since the year 2005 for the Indonesian public sector. This study is required given the magnitude benefits claimed and potential costs required to implement the new system at all government levels. Exploration of archival data, document analysis, and interviews with top official in the Indonesian public sector have been conducted. Although the effort to adopt accrual accounting for the Indonesian public sector initially developed since the early 1990s, aimed at facilitating improved decisions making and accountability in the context of the Indonesian public sector reform, it faces several potential problems in imlementing the nes standards; the lack of necessary sophisticated accounting skills in the bureaucracy, lack of response from society and parliament and the absence of an independent standard setter for the public sector accounting. The implementation problems potentially undermine rhetorical reasons behind the perceived usefulness of accrual accounting for managerial and accountability purposes within the Indonesian public sector. A proposed way to accelerate the accrualisation program is also offered.

INTERNAL GOVERNANCE MECHANISMS AND PERFORMANCE OF INDONESIAN NON-FINANCIAL COMPANIES LISTED IN JAKARTA STOCK EXCHANGE

Abstract
This study analyses the impact between two internal governance mechanisms, consist of board composition and concentrated ownership and corporate performance of Indonesian non-financial listed companies based on market return and accounting return. Results show accounting return performance measurement indicates significant influence with board composition but this result is inconsistent with prediction based on market return performance measurement. This seems to suggest that independent commissioner is an effective mechanism in monitoring performance as suggested by agency theory although the market perceives otherwise. Concentrated ownership is found to be significant in both performance measurements, implying that concentrated ownership is an effective governance mechanism in mitigating agency problems. The results have important policy implications.
Keywords: independent commissioner, concentrated ownership, corporate performance

PENGARUH PRESTISE MANAJEMEN PUNCAK DAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP PENILAIAN INVESTOR PADA PERUSAHAAN

Abstract
This research examines empirically the role of top management team and board of director characteristics. Top management team has an important role as a primary strategic decision maker in firm. Their actions and characteristics specifically influence the organization’s outcomes. The main duty of board of director is to make sure that managerial decisions are consistent with stockholders goals. One indicator of top management team competence and skill is prestige (D’Aveni, 1990). The uncertainty and information asymmetry surrounding IPO firms, often makes difficulty for potential investors to discern organizational legitimacy and potential firm quality (Lester, et. al., 2006). Research purpose is to investigate the capability of prestigious top management team and board of director at the IPO through a largely symbolic role to enhance organizational legitimacy and give a signaling to potential investor about potential firm in the future. The sample included 59 firms undertaking IPO in JSX during 1999-2006 besides financial firms and web-based firm. Three characteristics: education prestige, previous experience and corporate board experience as indicators of prestigious, this research find that education prestige was positively associated with investor valuations. Otherwise, previous experience and corporate board experience were not associated.

Keywords: top management team, board of director, signaling, information asymmetry, prestige, education prestige, previous experience, corporate board experience, investor valuation.

KOMITE AUDIT, KOMISARIS INDEPENDEN DAN MANAJEMEN LABA: STUDI KASUS PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA

Abstraksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komite audit dan komisaris independen, dengan praktek manajemen laba (earnings management) dalam laporan keuangan yang dipublikasikan. Hipotesis penelitian adalah bahwa komite audit dan komisaris independen memiliki korelasi negatif dengan manajemen laba. Untuk komite audit dan komisaris independen, penelitian ini menggunakan data yang berasal dari pengumuman BEJ tentang pembentukan komite audit dan pengangkatan komisaris independen. Sementara manajemen laba dicerminkan oleh discretionary accruals yang dihitung dari model Jones yang dimodifikasi. Dengan persamaan regres dua tahap, penelitian ini menemukan bukti bahwa komite audit memiliki hubungan yang negatif siknifikan dengan tingkat akrual diskresi yang negatif. Ini berarti bahwa keberadaan komite audit berasosiasi dengan income decreasing earnings management. Komite audit juga terbukti memiliki hubungan yang positif dengan akrual diskresi yang positif, yang berarti bahwa komite audit yang sesuai dengan ketentuan BEJ justru ditemukan pada perusahaan yang melakukan manajemen laba secara income increasing. Komisaris independen dalam penelitian ini tidak terbukti memiliki hubungan siknifikan dengan praktek manajemen laba. Ada atau tidaknya komisaris independen yang sesuai dengan ketentuan BEJ tidak dapat diasosiasikan dengan praktek manajemen laba yang dilakukan perusahaan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peranan komite audit dan komisaris independen dalam perusahaan, dan peraturan BEJ yang berkaitan dengan aspek corporate governance, belumlah efektif. Di samping itu, penelitian ini menemukan bahwa variabel tingkat leverage dan pemilihan auditor eksternal ternyata tidak cukup bisa menjelaskan praktek manajemen laba. Hanya variabel ukuran perusahaan (size) yang ditemukan memiliki hubungan negatif dengan income increasing discretionary accruals.

Kata kunci: komite audit, komisaris independen, corporate governance, manajemen laba, discretionary accruals

BOARD GOVERNANCE DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI TERHADAP PERBANKAN GO PUBLIC DI BEJ)

Abstract
Corporate Governance mechanism perceived to have strong impact to the firm’s performance. This research aims to identify the effect of board governance on firm’s performance. The analysis units are 16 banks registered on the Jakarta Stock Exchange for the time period 2001-2005. Board governance as dependent variable and bank’s performance as independent variable. Board governance is proxied by board size, female representation and concentrated ownership. Bank’s performance is proxied by ROA and BOPO. The result of this study are : (1) board size is positively related to the bank’s performance (2) female representation on the supervisory board is negatively related to the bank’s performance, different with ; (3) female representation on the management board is positively related to the bank’s performance, and (4) ownership concentrated is positively related to the bank’s performance is proxied by ROA, but negatively related to the bank’s performance is proxied by BOPO.

Keywords : corporate governance in banking sector, board governance, bank’s performance

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN MANAJEMEN LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ)

Abstract
The objective of this research are to identify the direct and indirect influences of corporate governance structure such as, audit committee, board of independent commissioner, board of director, institutional ownership and manajerial ownership to the firm’s value and earnings management. This research examine 37 manufacturing companies listed in Jakarta Stock Exchange and issues audited financial statement since 2002-2004. The statistical methods used to test the hypothesis is Structural Equation Model (SEM). The empirical result of this research indicates that board of director, manajerial ownership, institutional ownership and board of commissioner have a positive significant influences to earnings management, whereas audit committee have no influence to earnings management. The following test indicates that board of commissioner and audit committee have significant influence to the firm’s value, whereas board of director, manajerial ownership and institutional ownership have no significant influence to the firm’s value. The control variable, firm’s size, have negative significant influence to earnings management whereas leverage have no significant influence. The last test indicates that earnings management have no influence to the firm’s value, so it can be concluded that earnings management is not an intervening variable.

Keywords: corporate governance, earnings management, firm’s value, board of director, manajerial ownership, institutional ownership, board of commissioner , audit committee, firm’s size, leverage

KAJIAN EMPIRIS HUBUNGAN KINERJA LINGKUNGAN, KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PASAR: MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL

ABSTRACT
This study investigates the causal relationship between environmental performance, financial performance and market performance. The population of this study was public listed company who has potential environmental cost (risk), namely Mining & Gas, Basic Industry & Chemical, Textile and Automotive. We use all the population except for unavailable data, there were 90 companies. Data analysis was carried out in terms of cross-section covering stock transaction 2006 and annual report 2005. The research hypotheses were tested using the Structural Equation Model. There are 3 latent variables:(1) Environmental performance:indicators are ISO 14001; PROPER rating; annual report dislcosures; and Web disclosures;(2) financial performance:indicators are return on investment; return on equity; and earning per share; (3) market performance: indicators are market value added, stock return and price earning ratio. The result of this research show that: (1) environmental performance has significant influence on financial performance and market performance,(2) financial performance has significant influence on market performance, and (3) total effect of environmental performance on market performance are 75,28%.

Keywords: environmental performance, financial performance, market performance

PENGARUH ENVIRONMENTAL PERFORMANCE DAN ENVIRONMENTAL DISCLOSURE TERHADAP ECONOMIC PERFORMANCE

Abstract
This research aims at providing empirical evidance on factors that affect Economic Performance. This study examines the impact of Environmental Performance, Environmental Disclosure and predertmined variable such as Unexpected Earnings, Pre-disclosure Environment, Growth Opportunities, Profit Margin, Environmental Concern, dan Public Visibility toward economic performance in the context of Jakarta Stock Exchange. The samples of this research consist of 10 firms from 2002 to 2005. Multiple Regrresion is used to test the hypothesis. The result of this research that Environmental Performance, Environmental Disclosure and predertmined variable such as Unexpected Earnings, Pre-disclosure Environment, Growth Opportunities, Profit Margin, Environmental Concern, dan Public Visibility are not significant variables determining economic performance. The other finding of this research that Environmental Disclosure is significant variable determining economic performance.

Keywords: environmental performance, environmental disclosure, economic performance, predetermined variable.

ANALISIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN INDIKASI MANAJEMEN LABA TERHADAP PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN

Abstrak
Melihat bahwa pengungkapan informasi laporan keuangan merupakan faktor yang cukup signifikan penting dalam pencapaian efisiensi pasar modal dan merupakan sarana akuntabilitas publik maka penelitian ini dibuat untuk melihat efek mekanisme Corporate Governance dan Indikasi Manajemen Laba terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 41 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta hingga tahun 2004 dan diuji dengan menggunakan regresi berganda dan mempertimbangkan hasi uji terhadap asumsi klasik. Hasil penelitian memberikan bukti bahwa mekanisme corporate governance dapat mengarahkan pada semakin terbukanya perusahaan dalam mengungkapkan informasi dalam laporan keuangan dimana hal ini dibuktikan dengan terbuktinya pengaruh dari besarnya kepemilikan publik dan banyaknya dewan direksi terhadap besarnya pengungkapan laporan keuangan.

Kata Kunci: Mekanisme Corporate Governance, Manajemen Laba, Manufaktur, Laporan keuangan.

PERBANDINGAN PENGUKURAN HASIL TES MAHASISWA TEORI KLASIK DAN TEORI MODERN: STUDI KASUS PADA MATA KULIAH AKUNTANSI MENAJEMEN

Abstrak

Masalah pengukuran hasil belajar tidak kalah pentingnya dengan masalah seleksi calon mahasiswa dan proses belajar mengajar. Ada dua teori yang dapat digunakan dalam pengukuran hasil belajar mahasiswa, yaitu teori tes klasik dan teori moderen atau teori respon butir. Kedua teori tes itu memiliki keunggulan dan kelemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengukuran hasil tes pilihan ganda mahasiswa pada mata kuliah Akuntansi Manajemen dengan menggunakan parameter indeks daya beda dan indeks kesukaran butir. Penelitian ini dapat digolongkan dalam jenis penelitian descriptive developmental, karena bertujuan mengungkap dan mengembangkan sebuah alat ukur prestasi formatif. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa semester V Jurusan Pendidikan Akuntansi angkatan 2003 yang mengambil mata kuliah Akuntansi Manajemen. Instrumen tes yang digunakan berupa tes pilihan ganda dengan empat alternatif. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kasus dengan analisis grafik dan statistik. Untuk membantu proses penganalisisan data digunakan program ITEMAN, BILOG, MS EXCEL, dan SPSS. Berdasarkan hasil analisis butir tes diperoleh kesimpulan 1) ada perbedaan (gerakan perubahan tidak searah) antara tingkat kesulitan pada MT dan CT yang dibuktikan secara statistik dengan skor korelasi sebesar -0,814 dengan taraf signifikansi 0,000. 2) Tidak terdapat perbedaan pola perubahan indeks daya beda butir antara MT dan CT. Hal itu diyakinkan lagi dengan nilai korelasi sebesar 0,900 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. 3) Terdapat perbedaan pola hubungan daya beda butir dengan tingkat kesulitan secara grafik maupun secara statistik antara MT dan CT. Pada MT terdapat hubungan negatif sangat tinggi dan signifikan yang dibuktikan dengan nilai korelasi sebesar -0,814 sigfikan pada 0,000 yang berarti pola hubungan ini sesuai dengan teori. Sedangkan pada CT tidak terdapat hubungan yang ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,262 (biserial) dan 0,288 (point biserial) dengan tingkat sigfikansi 0,162 dan 0,122 yang berarti pula pola hubungan ini tidak sesuai dengan teori. 4) Ada perbedaan (gerakan perubahan tidak searah) antara pengukuran hasil tes mahasiswa pada MT dan CT secara grafik, namun demikian secara statistik tidak terdapat perbedaan pengukuran hasil tes mahasiswa antara kedua teori. Hal ini dibuktikan dengan skor korelasi sebesar 0,927 dengan taraf signifikansi 0,000.

Kata kunci : perbandingan pengukuran hasil tes, teori klasik, teori respon butir, akuntansi manajemen

ANALISA KEBERHASILAN SOFTWARE AKUNTANSI DITINJAU DARI PERSEPSI PEMAKAI (STUDI IMPLEMENTASI MODEL KEBERHASILAN SISTEM INFORMASI)

Abstract
The purpose of this study is to examine the information system (IS) success of the accounting software based on the user perception. The model used to examine the IS success is the modified IS success model of Seddon (1997). The model employed in this study is applied on the data collected through 204 questionnaires distributed to the users of accounting software who work at the variety of companies in Indonesia. In examining the model, I employ the Structural Equation Model (SEM) by using LISREL 8.72 software. The results of the study show that the system quality statistically significant affects the perceived usefulness and the user satisfaction. Furthermore, the results show that the information quality statistically significant affects the perceived usefulness and user satisfaction. On the other hand, the result of the study show that the user satisfaction does not affect the system use.

Keywords: IS success model, system quality, information quality, perceived usefulness, user satisfaction, system use.

Download Lagu, Download Jurnal

Bagi anda yang lagi membutuhkan lagu untuk mehilangkan rasa kebosanan end rasa serba tidak menentu.......jangan lupa anda bisa download lagu disini.........dan kalau ada juga yang mau ngedownload jurnal untuk tugas akhir, baik itu untuk skripsi,tesis, or bahan kuliah......disini saya sediakan untuk menutupi kebutuhan anda

Klik Disini
http://www.ziddu.com/downloadalbum.php?auid=aquilZ2oaLLnlpSlbaeZl5G

Jumat, 06 Juni 2008

Pencari Kayu Bakar

Mahalnya harga minyak tanah yang mencapai Rp. 4000/liter saat ini, tentu berimbas langsung pada masyarakat ekonomi lemah. Bagi sebagian masyarakat kota-kota besar yang sudah beralih pada penggunaan gas elpiji, naiknya harga minyak tanah tentu tidak terlalu merisaukan karena ada bahan bakar lain.


Jika kita melihat masyarakat di daerah, khususnya di pedalaman, tentu akan jauh berbeda dengan masyarakat perkotaan yang dengan mudah membeli bahan bakar selain minyak tanah. Penggunaan kayu bakar pun kini kembali dilakukan masyarakat pedesaan sebagai cara mendapatkan bahan bakar untuk memasak.


Seperti yang dilakukan oleh beberapa ibu- ibu warga Kampung Dukuh, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea,Gunung Kapur, , Bogor, Jabar, Rabu (4/6). Hampir setiap hari rutinitas mencari kayu di lakoni ibu-ibu ini

Kamis, 05 Juni 2008

Mengevaluasi Diri Melalui...Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Mengevaluasi Diri Melalui...

Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sejauh mana kamu peduli dengan lingkunganmu?

Pada tanggal 5 Juni 1972, konferensi PBB mengenai lingkungan hidup diselenggarakan di Stockholm. Di satu hari, di setiap tahunnya, kita manusia seolah diingatkan kembali, bahwa betapa kita ini sangat kecil dan tak berguna. Betapa kita sangat tergantung dengan lingkungan. Kita tidak akan mungkin bisa hidup tanpa lingkungan. Anda bisa bayangkan, apa jadinya apabila kita tak memiliki habitat dan tempat tinggal?

Renungkanlah, sudah berapa miliar ton buih sabun yang kita buang ke air. Lalu sudah berapa kubik asap dapur yang kita semprotkan setiap hari ke udara. Selanjutnya, dengan tangan jahil kita, sudah berapa ton sampah busuk yang kita buang ke tanah. Pertanyannya sekarang adalah, apa timbal balik kita kepada lingkungan. Tanpa bayar, tanpa permisi, setiap detik, setiap menit, setiap hari, (dengan seenaknya) kita membuang semua limbah kita ke air, udara, dan tanah.

Dua tahun berlalu, perbaikan permukaan bumi belum juga tuntas, efek rumah kaca dan pemanasan global terus berlanjut. Masalah baru muncul, es mencair dan permukaan air naik. Kedua permasalahan ini memicu akibat yang sama: berkurangnya lahan hidup bagi penghuni dunia.

Tahun 2007, buku rekor dunia Guiness memasukkan Indonesia sebagai Negara dengan tingkat penghancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90% dari sisa hutan dunia. Greenpeace mencatat, setiap jam Indonesia mengahancurkan luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepak bola. Sebanyak 72% dari hutan asli Indonesia telah musnah, dan setengah dari yang tersisa masih terancam kebakaran, penebangan komersial, dan pembukaan hutan untuk kelapa sawit.

Tahun 2008 ini, Indonesia mengusung tema “Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan” untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia adalah negeri yang rawan bencana, baik yang berasal dari alam maupun yang terjadi akibat perbuatan manusia. Bencana banjir, kekeringan, dan longsor sering dianggap sebagai bencana alam dan juga takdir. Padahal fenomena tersebut lebih sering terjadi karena salah urus lingkungan dan aset alam yang terjadi secara akumulatif dan terus-menerus.

Tidak perlu terlalu jauh, mari kita lihat propinsi kita sendiri. Kerusakan kawasan hutan di hulu dan Daerah Aliran Sungai di hilir, telah menjadikan Provinsi NAD sebagai “Pelanggan” Banjir dan Longsor, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Aceh Jaya merupakan wilayah langganan “Banjir dan longsor”, yang disebabkan oleh maraknya aktivitas penambangan galian C (pasir, batu, kerikil).

Yang terbaik yang kita lakukan sebagai individu penghuni planet bumi adalah mendukung dan melaksanakan usaha-usaha untuk menghemat energi secara pribadi. Sekecil apapun usaha ke arah itu akan tetap lebih baik dibandingkan ketidakpedulian. Hal-hal kecil yang bisa dilakukan seperti, jangan boros menggunakan listrik, jangan boros menggunakan BBM, dan jangan boros menggunakan kertas. Usaha kecil yang berarti besar bila dilakukan konsisten dan massal.

Ini semua adalah cerminan bagi mereka yang berusaha dan sadar sepenuh hati demi keberlanjutan kehidupan sosial, ekologis, dan ekonomi. Sekarang siapapun bisa memilih, mau jadi kontributor pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dari suhu yang makin panas, atau mau menjadi bagian dari pelaku “penyejukan global” dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup dari sekarang juga.

Jadi… adakah kontribusi anda hari ini untuk lingkungan di sekitar anda? [Dini]

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Mari kita bertindak nyata untuk masa depan bersama.

Rabu, 04 Juni 2008

The Online Business: SWOT Analysis - Understanding Your Business

The Online Business: SWOT Analysis - Understanding Your Business

http://paul02583.wordpress.com

SWOT Analysis - Understanding Your Business

Introduction
It has always been important for a business to know and understand how it fits in and interacts with the surrounding environment on both an internal (office/factory/shop environment) and external view (how your business operates with the outside world).
Researching your environment will benefit you and/or your management team by putting you in a position to develop a strategy for both the long and short term.
Analyzing the Business

The most influential way of doing this is to perform a SWOT analysis of the company. It is a common phrase used to abbreviate Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats.

Each term is a heading for a separate analysis of the business but they can be related as seen below:

Strengths provide an insight to your business Opportunities

&

Weaknesses in your business can cause immediate Threats

A guideline of how to carry out the analysis is explained in the next section, but it is important to know that the SWOT analysis is only based upon information that is known by the assessors (you), and is seen as perhaps the more basic approach of analyzing a business’ position: but SWOT is still a powerful tool when looking for immediate benefits.
Performing SWOT

Recognizing the Strengths and Weaknesses before tackling the Opportunities and Threats is the best way to approach the analysis: the more Strengths and Opportunities the better they can both be seen as the bigger influences for the success of your company. You need to be aware that the most important rule is not to leave anything out no matter how small the issue may be.

There is no fixed way of doing a SWOT analysis, but it should be done in a way that you feel most comfortable with, and more importantly that you understand it. The objective is to be in a position where you can determine a strategy for the future to improve your company’s overall performance (or maintain it if you are happy with your final analysis).

Strengths

The Strengths can be considered as anything that is favourable towards the business for example:

  1. Currently in a good financial position (few debts, etc)
  2. Skilled workforce (little training required)
  3. Company name recognized on a National/Regional/Local level
  4. Latest machinery installed
  5. Own premises (no additional costs for renting)
  6. Excellent transport links (ease of access to/from the Company)
  7. Little/non-threatening competition
Weaknesses

Recognizing the Weaknesses will require you being honest and realistic. Don’t leave anything out as this is an important part as to realize what needs to be done to minimize this list in the future. Here are a few examples:

  1. Currently in a poor financial position (large debts, etc)
  2. Un-Skilled workforce (training required)
  3. Company name not recognized on a National/Regional/Local level
  4. Machinery not up to date (Inefficient)
  5. Rented premises (Adding to costs)
  6. Poor location for business needs (Lack of transport links etc)
  7. Stock problems (currently holding too much/too little)
  8. Too much waste

A Comprehensive Yet Practical Guide To The Understanding Diagnosis And Treatment Of A Variety Of Sexual Problems

The Handbook of Sexual and Gender Identity Disorders provides mental health professionals a comprehensive yet practical guide to the understanding, diagnosis, and treatment of a variety of sexual problems। Featuring contributions from experts from all over the world, this up-to-date reference takes a biopsychosocial approach to each disorder making this book a valuable tool for those who practice in the medical fields as well।

Consistent with DSM-IV-TR classification, the Handbook is organized according to the three major classifications of sexual disorders: (1) sexual dysfunctions (2) gender identity problems; and (3) atypical or inappropriate sexual behaviours and practices (including the paraphilias)। Additional chapters on child sexual abuse, sexual addiction, crime, and the legal and privacy issues surrounding sexual offenders help to provide a thorough overview of the field.

Sabtu, 31 Mei 2008

FAKTOR PENENTU UNTUK PENGEMBANGAN KUALITAS PROFESIONAL DI BIDANG SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

FAKTOR PENENTU UNTUK PENGEMBANGAN KUALITAS PROFESIONAL DI BIDANG SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penentu dalam pengembangan muatan materi mata kuliah yang terkait dengan Sistem informasi akuntansi (SIA) untuk menghadapi permintaan dalam dunia kerja akan professional Sistem informasi akuntansi (SIA) yang berkualitas. Faktor penentu yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Faktor Pengetahuan Bisnis, (2) Faktor Aplikasi Kemajuan SI, (3) Faktor User Support, (4) Faktor Programming, (5) Faktor Perencanaan Sistem. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan Provider yang ada di Surabaya. Sedangkan responden didalam penelitian ini adalah Professional Sistem Informasi yang terbagi kedalam tiga group yaitu : analis, programmer dan end user support division (devisi pendukung pemakai akhir) pada perusahaan-perusahaan provider yang dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, fungsi Pengetahuan Bisnis dibentuk oleh variabel memahami lingkungan bisnis, mengartikan masalah bisnis dan menghasilkan solusi teknologi yang tepat, dan pengetahuan bisnis. Kedua, aplikasi kemajuan sistem dibentuk oleh variabel programming, e-commerce, end-user computing support dan informasi perencanaan sistem, manajemen dan. Ketiga, pemakai pendukung dibentuk oleh variabel sistem pakar, kemampuan untuk menghasilkan dan menyampaikan keefektifan informasi dan presentasi yang meyakinkan, pengetahuan industri spesifik dan pemakai pendukung. Keempat, programming dibentuk oleh variabel telekomunikasi/ networks, CASE tools dan perencanaan sistem. Kelima, perencanaan sistem dibentuk oleh variabel pelatihan/ pengetahuan, informasi akses dan keamanan dan kemampuan untuk bekerja lebih dekat kepada para pemakai dan pemeliharaan hubungan baik dengan pelanggan.

Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi, profesional SI, muatan materi SI, analisis faktor.

Selengkapanya ada disini
http://paul02583.wordpress.com

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI WILAYAH SURABAYA DAN SIDOARJO

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI WILAYAH SURABAYA DAN SIDOARJO

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorfaktor yang dapat meningkatkan kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang digunakan dalam perusahaan jasa perbankan. Pengujian ini menggunakan delapan faktor yang mempengaruhi kinerja SIA. Ringkasan dari hasil penelitian ini adalah: Pertama, pengujian yang dilakukan pada faktor keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dengan kinerja SIA. Kedua, pengujian yang dilakukan pada faktor kemampuan teknik personal menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan teknik personal dengan kinerja SIA. Ketiga, pengujian yang dilakukan pada faktor ukuran organisasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA. Ketiga, pengujian yang dilakukan pada faktor dukungan manajemen puncak menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan manajemen puncak dengan kinerja SIA untuk atribut kepuasan pemakai. Tetapi dukungan manajemen puncak menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kinerja SIA untuk atribut pemakaian system. Keempat, pengujian yang dilakukan pada faktor formalisasi pengembangan Sistem Informasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara formalisasi pengembangan Sistem Informasi dengan kinerja SIA. Kelima, pengujian yang dilakukan pada faktor ada/tidaknya program pelatihan dan pendidikan pemakai menunjukkan keseluruhan responden menjawab bahwa terdapat program pelatihan di setiap perusahaan tempat responden bekerja. Keenam, pengujian yang dilakukan pada faktor ada/tidaknya dewan pengarah Sistem Informasi menunjukkan keseluruhan responden menjawab bahwa terdapat dewan pengarah Sistem Informasi di setiap perusahaan tempat responden bekerja. Ketujuh, pengujian yang dilakukan dengan membandingkan kinerja sistem informasi akuntansi atas lokasi departement sistem informasi yang berdiri sendiri dibandingkan dengan yang digabung dengan departement lain menunjukkan tidak terdapat perbedaan kinerja yang signifikan.

Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi, Kinerja Sistem Informasi, Kepuasan Pemakai Sistem Informasi, Pemakaian Sistem Informasi


selengkapnya bisa masuk ke:
http://paul02583.wordpress.com